Sekedar Sharing pengalaman, dan juga sebagai Catatan Pribadi seorang Eko Sartono yang semoga bermanfaat buat orang lain.

Tampilkan postingan dengan label Dunia Maya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Maya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Maret 2016

Cara Mengetahui Cara Belajar (Kinestetik, Visual, atau Auditori)

Sebagai catatan dan referensi biar gampang nyarinya, ini juga cuman copas aja. dari : 

https://nuritaputranti.wordpress.com/2007/12/28/gaya-belajar-anda-visual-auditori-atau-kinestetik/
 

Dalam buku Quantum Learning dipaparkan 3 modalitas belajar seseorang yaitu : “modalitas visual, auditori atau kinestetik (V-A-K). Walaupun masing2 dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modlaitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan orang lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya”.

1. Visual (belajar dengan cara melihat)

Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.

Jumat, 05 November 2010

Atasi Kemacetan Jakarta dengan 'Jalan Maya'

Penulis :  Deddy Yudiant - detikinet


Jakarta - Kota Jakarta sangat akrab dengan kemacetan. Itulah mengapa berbagai proyek pembangunan infrastruktur jalan digulirkan, sementara program lainnya seperti Three in One diterapkan makin ketat dengan rentang waktu yang makin panjang serta akan diberlakukannya Electronic Road Pricing (ERP).

Sebenarnya, cara seperti itu boleh saja dilakukan, tetapi hal tersebut hanya mengatasi kemacetan dengan memindahkan simpul kemacetan yang satu ke simpul yang lain dengan cara instan yang hanya bisa mengatasi sejumlah titik secara sementara saja.

Cara-cara instan seperti itu tidak akan benar-benar menyelesaikan masalah, karena kemacetan tetap saja akan terjadi di Ibu Kota meski pada simpul jalan lainnya karena akar permasalahan yang utama adalah mengapa semua orang harus keluar rumah sementara solusi Transportasi dan jalan belum bisa fully integrated mendukung kebutuhan tersebut, seperti di kota Besar dunia lainnya, sementara pertumbuhan jumlah manusia serta urbanisasi ke Jakarta sangat tidak seimbang.