Penulis : Deddy Yudiant - detikinet
Jakarta - Kota Jakarta sangat akrab dengan kemacetan. Itulah mengapa berbagai proyek pembangunan infrastruktur jalan digulirkan, sementara program lainnya seperti Three in One diterapkan makin ketat dengan rentang waktu yang makin panjang serta akan diberlakukannya Electronic Road Pricing (ERP).
Sebenarnya, cara seperti itu boleh saja dilakukan, tetapi hal tersebut hanya mengatasi kemacetan dengan memindahkan simpul kemacetan yang satu ke simpul yang lain dengan cara instan yang hanya bisa mengatasi sejumlah titik secara sementara saja.
Cara-cara instan seperti itu tidak akan benar-benar menyelesaikan masalah, karena kemacetan tetap saja akan terjadi di Ibu Kota meski pada simpul jalan lainnya karena akar permasalahan yang utama adalah mengapa semua orang harus keluar rumah sementara solusi Transportasi dan jalan belum bisa fully integrated mendukung kebutuhan tersebut, seperti di kota Besar dunia lainnya, sementara pertumbuhan jumlah manusia serta urbanisasi ke Jakarta sangat tidak seimbang.
Jakarta - Kota Jakarta sangat akrab dengan kemacetan. Itulah mengapa berbagai proyek pembangunan infrastruktur jalan digulirkan, sementara program lainnya seperti Three in One diterapkan makin ketat dengan rentang waktu yang makin panjang serta akan diberlakukannya Electronic Road Pricing (ERP).
Sebenarnya, cara seperti itu boleh saja dilakukan, tetapi hal tersebut hanya mengatasi kemacetan dengan memindahkan simpul kemacetan yang satu ke simpul yang lain dengan cara instan yang hanya bisa mengatasi sejumlah titik secara sementara saja.
Cara-cara instan seperti itu tidak akan benar-benar menyelesaikan masalah, karena kemacetan tetap saja akan terjadi di Ibu Kota meski pada simpul jalan lainnya karena akar permasalahan yang utama adalah mengapa semua orang harus keluar rumah sementara solusi Transportasi dan jalan belum bisa fully integrated mendukung kebutuhan tersebut, seperti di kota Besar dunia lainnya, sementara pertumbuhan jumlah manusia serta urbanisasi ke Jakarta sangat tidak seimbang.
08.38